Thursday, November 13, 2008

Sipi, sepi, dan mimpi...

Tatkala manusia lain sedang sibuk ke sana kemari, maka masa itulah perasaan sepi, menyipi, dan menyepi datang menyanggah. Tatkala kita nak menegur dan menyapa, disitulah dirasakan kesibukan yang pura pura menyambut kedatangan kita dalam konteks perbezaan yang sangat ketara. Wacana hidup yang sepatutnya berseri seri bertukar rupa menjadi mimpi yang ngeri. Tatkala hati ini meraung meronta minta pandang dan reti, tetapi apabila terjadinya begini, baru dirasakan kebesaran Allah yang tidak pernah lari dari titian yang abadi. Tiba datang rasa kekuatan yang amat sangat, dunia jadi kecil, manusia sememangnya sudah salah jalan dan perlu bantuan. Tiba datang sepi dan sipi lagi, tetapi kali ini dilakar perasaan dan pengertian yang indah, baru disedari kita sudah berada di puncak dengan sejuta kekuatan untuk membela. Tetapi untuk siapa, apa, dan mengapa?

No comments: